Judi merupakan salah satu perbuatan yang sangat dilarang oleh negara serta agama. Pasalnya banyak sekali mudhorot atau kejelekan yang akan didapatkan. Judi sendiri bisa diartikan sebagai ajang bertaruh dengan sengaja, dengan jumlah nominal uang tertentu, atau dengan barang berharga lainnya. Mengahasilkan penghasilan dengan mudah.

Sejak zaman nabi, saat masa jahiliyah berlangsung, judi sudah menjadi salah satu sumber permasalahan yang sangat besar. Ada banyak keluarga yang ditinggalkan karena berjudu, harta hilang demi meraup keuntungan yang sebenarnya hanya fana belaka. Salah satu alasan banyak orang yang tergiur dengan judi adalah mampu menghadirkan keuntungan sekejap mata. Ketika menaruh uang untuk bertaruh bersama orang lain, jika menang akan mendapatkan seluruh uang yang berada di meja judi. Jika kalah akan langsung uangnya.

Hal ini, mengakibatkan keinginan josqq untuk mendapatkan dan mengganti kekalahan dengan kemenangan. Berbagai cara pun mampu dilakukan untuk bertaruh. Bisa jadi dengan merampas seluruh harta keluarga, merampok harta orang lain, dan hal kriminal lainnya. Allah Subhanahu’Wata’ala melarang keras perbuatan ini, ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi memperkuat larangannya, dan sebagai peringatan bagi seluruh umat manusia.

Ayat Al-Quran Perihal Judi

  1. Larangan judi surah Al-Maidah

Dalam surah Al-Maidah Allah menjelaskan larangan judi serta akibat buruk yang akan dihadirkannya. Berawal dari ayat 90 kemudian berlanjut pada ayat ke 91. Ayat ini memiliki arti, “Duhai, orang yang beriman.

Pada ayat ke 90 Allah menyandingkan perjudian dengan minuman keras atau khamr, berhala, serta mengundi nasib dengan panah. Semua perbuatan itu merupakan perbuatan syaitan. Maka manusia dianjurkan untuk menjauhi perbuatan tersebut. Karena akan menimbulkan banyak keburukan. Entah keburukan bagi fisik atau keburukan bagi mental. Merupakan salah satu alasan ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi diturunkan.

Dilanjutkan pada ayat ke 91, Allah menjelaskan tentang bahya perjudian dan minuman keras. Akan menimbulkan permusuhan serta kebencian, dan akan menghalangi manusia dari beribadah dan mengingat Allah Subhanahu’Wata’ala. Manusia pun dianjurkan untuk berhenti melakukan perbuatan keji tersebut.

Kerugian akan banyak didapatkan ketika terus melakukan perjuadian, pasalnya perjudian selalu membutuhkan uang atau benda untuk bertaruh bagaimana pun caranya. Tentu sikap ini akan menghasilkan buah perilaku yang sangat buruk dan menimbulkan dampak negatif. Ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi diturunkan.

  1. Larangan judi Al-Baqarah ayat 129

Ayat Al-Quran larangan judi pada ayat ini. Menjelaskan tentang perjudian yang sebenarnya disisi lain ada manfaatnya. Meski begitu,  dibandinkang dengan manfaat yang ada lebih banyak keburukan yang akan didapatkan. Dosanya pun tergolong dosa besar.

Allah menurunkan setiap ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi agar manusia mau berfikir atas setiap tindak tanduknya. Segala sesuatu yang diperbuat pasti akan menimbulkan hasil atau timbal balik atas apa-apa yang dilakukan. Maka, haruslah pintar-pintar mencari peluang lain dalam mencari nafkah.

Hadits larangan judi

Dari Ahmad yang meriwayatkan perkataan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah  membahas perjudian ini. Haditsnya berisi tentang Rasulullah yang berkunjung ke kota Madinah, beliau mendapati penduduk Madinah dalam keadaan mabuk dan memakkan harta hasil dari perjudian.

Orang-orang itu bertanya kepada Rasulullah perihal ini. Turunlah sebuah ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi, tapi orang Madinah itu menangkisnya dengan perkataan hal itu tidak diharamkan bagi mereka. Rasulullah langsung berkata bahwa sesungguhnya perbuatan itu adalah dosa besar.

Sampai, suatu hari orang Muhajirin menjadi imam sholat dalam keadaan mabuk, bacaannya banyak salah. Maka turun ayat pengganti dari ayat sebelumnya, lebih menegaskan tentang larangan judi dan minuman keras. Barulah mereka sadar akan bahaya perjudian dan minuman keras.

H.R.Bukhori dan Musilm menjelaskan perkataan Abu Hurairah perihal sabda nabi, haditsnya membahas tentang, siapapun yang berkata demi Latta dan Uzza, maka dia harus segera berucap La Ilaha Ilallah. Kemudian, siapapun yang berujar pada temannya dengan ajakan berjudi, maka haruslah ia segera bersedakah. Hal ini berdasarkan Hadits riwayat bukhori pada nomor 4860 serta Muslim nomor 1647. Merupakan salah satu ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi.

Ayat serta hadits di atas sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa perjudian sangatlah dilarang oleh agama. Kejelekan yang akan didapatkan pun banyak. Mulai dari kehilangan keluarga karena terlalu fokus terhadap judi, kehilangan harta untuk terus bermain judi tapi tetap saja tidak pernah menang, memiliki sifat dengki serta iri hati terhadap orang lain, timbul sikap pemarah karena terus saja kalah.

Terparahnya lagi bisa menimbulkan sikap sebagai seorang pencuri, perampok, atau perampas harta orang lain, terlilit hutang untuk terus mengikuti judi. Pun menjadi asbabul nujul ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi. Bahkan tidak terelakkan apabila terjadi pembunuhan satu sama lain. Pasalnya jika emosi memuncak dan hasrat tidak terpenuhi, bisa saja timbul sikap negatif ini. Membunuh demi mendapatkan uang untuk bertaruh kembali di meja judi.

Paling menyesakkan diantara semuanya adalah ketika keluarga sudah menjadi imbasnya. Kebutuhan pokok tidak terpenuhi, keluarga bisa terlantar kelaparan, bukan hanya itu. Jika mendang judi pun makanan yang diberikan berasal dari uang haram. Ayat Al-Quran menjelaskan bahayanya mengonsumsi seuatu yang haram sangat berpengaruh terhadap kehidupan. Baik fisik dan mental, serta daya berpikirnya sekali pun.

Maka dari itu, jauhi perjudian dan mulai mencari uang halal untuk keluarga. Meski sedikit uang halal lebih menjamin kebahagiaan dunia serta akhirat. Beberapa ayat Al-Quran dan hadits larangan berjudi di atas semoga bisa mengetuk pintu hati dan mulai meninggalkan perbuatan keji tersebut. Rezeki sudah ada yang mengatur, tinggal melakukan doa, usaha, ikhtiar serta bertawaqal untuk mampu meraih semua keridhoan terhadap apa-apa yang dimiliki. Semoga bermanfaat.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *